Penegakan hukum tidak pandang bulu. Bahkan jika pelakunya adalah aparat penegak hukum itu sendiri. Di Aceh, seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berinisial AP harus mendekam di penjara. Ia terlibat dalam jaringan peredaran sabu.
Kasus ini terungkap dari “nyanyian” para bandar dan pengedar yang lebih dulu ditangkap. Mereka menyebut keterlibatan perwira polisi tersebut. Fakta ini sungguh mencoreng nama institusi kepolisian.
AKBP AP diduga berperan sebagai perantara. Ia menghubungkan antara pemasok dan pengedar narkoba. Perannya dalam jaringan sabu ini sangat krusial. Ia membantu melancarkan transaksi haram tersebut.
Kapolda Aceh telah menegaskan komitmen. Pemberantasan narkoba adalah prioritas utama. Siapapun yang terlibat, tanpa terkecuali, akan ditindak tegas. Termasuk anggota kepolisian itu sendiri.
Selain AKBP AP, seorang bintara polisi berinisial SS juga ditangkap. Keduanya ditangkap dalam operasi terpisah. Ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba ini cukup terorganisir.
Barang bukti sabu seberat 104,25 gram turut diamankan. Ini merupakan jumlah yang signifikan. Menandakan skala operasional jaringan ini tidak main-main.
Masyarakat tentu saja kecewa. Perwira polisi seharusnya menjadi pelindung. Bukan malah terlibat dalam kejahatan yang merusak generasi bangsa. Kepercayaan publik bisa terkikis.
Pihak kepolisian berkomitmen membersihkan internalnya. Tindakan tegas berupa pemecatan (PTDH) menanti oknum yang terlibat. Ini adalah sanksi paling berat bagi anggota Polri.
Kasus ini kini sudah masuk meja hijau. AKBP AP dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Ini adalah bentuk ketegasan hukum. Demi memberikan efek jera kepada pelaku.
Pengadilan Negeri Banda Aceh menjadi saksi. Proses persidangan akan menentukan nasibnya. Semoga putusan yang adil dan transparan dapat tercipta. Demi keadilan bagi semua pihak.
Pemberantasan narkoba adalah tugas berat. Memerlukan integritas tinggi dari semua pihak. Termasuk dari aparat penegak hukum itu sendiri. Jangan sampai ada “oknum” yang justru merusak.
Keterlibatan perwira polisi ini menjadi cermin. Cerminan bahwa bahaya narkoba sudah sangat meresap. Bahkan bisa menyusup ke dalam institusi negara. Ini harus menjadi perhatian serius.
Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga. Bagi seluruh anggota Polri. Jadilah penegak hukum yang berintegritas. Berjuang melawan narkoba, bukan malah menjadi bagian darinya.
