Provinsi Aceh kembali menjadi tujuan kedatangan para pengungsi Rohingya. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pengungsi Rohingya yang mendarat di pesisir Aceh menunjukkan peningkatan yang signifikan, menambah tantangan bagi pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan yang telah menangani gelombang kedatangan sebelumnya. Kedatangan kelompok terbaru ini terpantau di beberapa titik pantai di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.
Berdasarkan laporan dari petugas lapangan dan nelayan setempat, kelompok Rohingya ini tiba dengan menggunakan perahu kayu tradisional dalam kondisi yang memprihatinkan. Sebagian besar dari mereka terdiri dari wanita dan anak-anak yang terlihat lelah dan membutuhkan bantuan segera. Kedatangan mereka menambah jumlah Rohingya yang saat ini berada di berbagai penampungan sementara di Aceh.
Pada hari Rabu, 23 April 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, sebanyak 87 pengungsi Rohingya dilaporkan mendarat di Pantai Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Mereka segera mendapatkan penanganan awal dari petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Sosial, dan relawan kemanusiaan. Pendataan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum mereka dibawa ke penampungan sementara yang telah disediakan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Bapak Muslem Yahya, dalam keterangannya di Banda Aceh pada hari yang sama, menyatakan keprihatinannya atas terus berlanjutnya kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh. “Kami kembali menghadapi situasi yang sulit dengan meningkatnya jumlah pengungsi Rohingya yang mendarat. Pemerintah Aceh bersama berbagai pihak terus berupaya memberikan bantuan kemanusiaan semaksimal mungkin, meskipun sumber daya yang tersedia semakin terbatas,” ujarnya. Beliau juga menekankan perlunya solusi yang lebih komprehensif di tingkat regional dan internasional untuk mengatasi akar permasalahan pengungsi Rohingya ini.
Pihak kepolisian Daerah Aceh melalui Kabid Humas Kombes Pol. Joko menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengamanan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kedatangan para pengungsi ini berjalan tertib dan aman. “Kami melakukan pengawasan di wilayah pesisir untuk memantau kedatangan pengungsi dan mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan yang tidak baik,” jelas Kombes Pol. Joko di Mapolda Aceh pada Rabu siang, 23 April 2025. Sementara itu, organisasi-organisasi kemanusiaan terus berupaya memberikan bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian, dan layanan kesehatan bagi para pengungsi Rohingya yang baru tiba. Situasi ini memerlukan perhatian dan kerjasama dari berbagai pihak untuk memberikan solusi yang manusiawi bagi para pengungsi.
