Lahirnya Golkar pada 20 Oktober 1964 menandai sebuah babak penting dalam sejarah politik Indonesia. Awalnya, ia didirikan sebagai “Sekretariat Bersama Golongan Karya” yang dibentuk oleh Angkatan Darat dan berbagai elemen non-partai. Tujuannya sangat strategis, yaitu untuk menandingi dominasi Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kelompok-kelompok politik berhaluan kiri yang semakin kuat pada masa itu.
Pada era tersebut, kekuatan politik di Indonesia sangat terpolarisasi. PKI menjadi kekuatan besar yang memiliki pengaruh kuat di kalangan buruh dan petani. Untuk menciptakan keseimbangan, Angkatan Darat melihat perlunya sebuah organisasi yang bisa mengakomodasi berbagai golongan profesi, seperti petani, nelayan, dan pegawai negeri, di luar jalur partai politik.
Latar belakang lahirnya Golkar tidak bisa dilepaskan dari situasi politik yang panas. Persaingan antara kekuatan militer dan sipil, serta antara PKI dan kelompok-kelompok lain, menciptakan ketidakstabilan. Golkar hadir sebagai wadah yang diharapkan dapat meredam ketegangan tersebut dengan menyatukan berbagai golongan karya dalam satu kesatuan.
Dengan lahirnya Golkar, ia segera mendapatkan dukungan dari pemerintah Orde Lama, meskipun perannya baru benar-benar dominan di era Orde Baru. Organisasi ini menjadi alat politik yang efektif untuk mengonsolidasikan kekuasaan dan menciptakan stabilitas. Golkar berhasil menarik simpati banyak orang.
Strategi Golkar setelah lahirnya Golkar adalah dengan menggunakan pendekatan fungsional, bukan ideologis. Ia mengklaim sebagai representasi dari golongan-golongan karya yang tidak terikat pada ideologi politik tertentu, tetapi fokus pada pembangunan. Pendekatan ini terbukti berhasil.
Pada masa Orde Baru, lahirnya Golkar menjadi sebuah kekuatan politik yang tak terbantahkan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Golkar berhasil memenangkan setiap pemilihan umum dan menjadi partai yang berkuasa selama 32 tahun. Perannya sangat sentral dalam pembangunan nasional.
Meskipun lahirnya Golkar tidak lepas dari kontroversi, ia memiliki peran penting dalam sejarah politik Indonesia. Golkar menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai golongan dan menjadi salah satu kekuatan politik yang paling berpengaruh di Indonesia hingga saat ini.
