Upaya penertiban dan pengawasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) di Bali semakin intensif. Kantor Imigrasi Bali mengambil langkah proaktif dengan membentuk Tim Pengawasan Kecamatan (Timwascam) yang melibatkan berbagai elemen di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya laporan mengenai turis bikin onar yang meresahkan masyarakat dan mencoreng citra pariwisata Bali.
Pembentukan Timwascam ini merupakan sinergi antara Imigrasi Bali dengan pemerintah daerah, kepolisian sektor, TNI, serta tokoh masyarakat dan adat di tingkat kecamatan. Tim ini memiliki tugas utama untuk melakukan pemantauan, pengawasan, dan penindakan terhadap aktivitas wisatawan asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian maupun norma dan adat istiadat Bali.
Kepala Kantor Imigrasi Bali, Bapak Agung Sudrajat, menyatakan bahwa pembentukan Timwascam ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput. “Kami menyadari bahwa pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh petugas imigrasi di tingkat provinsi. Dengan melibatkan unsur-unsur di kecamatan, kami berharap pengawasan bisa lebih efektif dan menjangkau wilayah yang lebih luas,” ujarnya dalam konferensi pers di Denpasar, Kamis (17 April 2025).
Lebih lanjut, Bapak Agung Sudrajat menjelaskan bahwa Timwascam akan memiliki beberapa fungsi penting. Selain melakukan pemantauan dan menerima laporan dari masyarakat terkait turis bikin onar, tim ini juga akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku pariwisata dan wisatawan mengenai aturan dan norma yang berlaku di Bali. Diharapkan dengan pemahaman yang baik, insiden turis bikin onar dapat diminimalisir.
Pembentukan Timwascam ini disambut baik oleh pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Bali. Mereka berharap sinergi ini dapat memberikan efek jera bagi turis bikin onar dan menciptakan lingkungan pariwisata yang lebih kondusif dan menghormati kearifan lokal. Beberapa kasus pelanggaran yang kerap dilakukan wisatawan asing di Bali antara lain pelanggaran lalu lintas, berpakaian tidak sopan di tempat suci, hingga melakukan tindakan kriminal.
Dengan adanya Timwascam, diharapkan penanganan terhadap turis bikin onar dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing kepada Timwascam atau kantor Imigrasi Bali terdekat.
