Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan wisata Taman Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, di mana seorang guide Taman Narmada diduga melakukan penganiayaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Tripat, Eko Esti Santoso. Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam, 22 Oktober 2023, dan memicu perhatian publik serta aparat kepolisian setempat.
Kronologi Kejadian di Area Parkir
Menurut keterangan korban, Eko Esti Santoso, insiden kasus aniaya Dirut PT Tripat ini terjadi di area parkir Taman Narmada. Saat itu, Eko berniat melerai cekcok antara seorang guide Taman Narmada berinisial B dengan salah satu penjaga taman. Namun, nahasnya, Eko justru menjadi sasaran amukan B dan beberapa rekannya yang diduga dalam keadaan mabuk.
“Saya korban juga malam itu dan saya sudah laporkan,” ujar Eko kepada awak media pada Kamis, 26 Oktober 2023. Eko mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Selain Dirut PT Tripat, dua orang pegawai lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Motif Cekcok dan Tindakan Kepolisian
Kapolsek Narmada, Kompol Kadek Metria, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang guide Taman Narmada dengan Dirut PT Tripat dan dua orang pegawainya. Menurut keterangan Kapolsek, cekcok awal diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait aturan pengelolaan Taman Narmada yang dianggap mematikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga di sekitar area wisata.
“Jadi dia pertanyakan kenapa tamu-tamu lewat bawah (pintu masuk) yang menurut B bisa mematikan UMKM warga. Jadi, sebenarnya berdebat sama temannya sendiri. Akhirnya pengelola datang melerai, jadi saling tantang,” 1 jelas Kompol Kadek Metria.
Akibatnya, kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang guide Taman Narmada dan Dirut PT Tripat ini terus berlanjut ke ranah hukum. Bahkan, penanganan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian telah memintai keterangan sejumlah saksi dan korban, termasuk menunggu keterangan dari salah satu korban yang sempat dirawat di rumah sakit. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan tidak merusak citra pariwisata Taman Narmada.
