Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang megah berdiri di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sempat menghadapi masa-masa sulit yang membuatnya dijuluki “mati suri”. Namun, kini bandara ini menunjukkan vitalitasnya kembali, memberikan harapan baru bagi konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat.
Peresmian Bandara Kertajati dilakukan pada tanggal 24 Mei 2018, dengan ekspektasi menjadi pusat penerbangan utama di provinsi tersebut. Sayangnya, berbagai tantangan operasional dan kurangnya minat dari maskapai penerbangan menyebabkan Bandara minim aktivitas. Bahkan, pada periode tertentu antara tahun 2020 hingga 2022, bandara ini hampir tidak melayani penerbangan komersial reguler.
Titik balik kebangkitan Bandara Kertajati mulai terasa pada akhir tahun 2022 dan berlanjut hingga awal tahun 2023. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mengambil langkah-langkah strategis untuk menarik minat maskapai dan meningkatkan jumlah penumpang. Salah satu langkah kunci adalah переalihan sebagian rute cerita penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara. Proses переalihan ini dilakukan secara bertahap, dimulai pada Oktober 2023.
Kronologi kebangkitan Bandara Kertajati dapat diringkas sebagai berikut:
- 24 Mei 2018: Peresmian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka.
- Periode 2018-2022: Masa operasional kurang optimal, dengan minimnya penerbangan komersial.
- Akhir 2022 – Awal 2023: Inisiatif promosi dan pemberian insentif untuk menarik maskapai penerbangan.
- Oktober 2023: Dimulainya переalihan bertahap sejumlah rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Kertajati.
- Saat Ini (April 2025): Bandara Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah penerbangan dan penumpang, melayani berbagai rute domestik dan internasional.
Saat ini, Bandara Kertajati telah aktif melayani berbagai destinasi domestik di Indonesia, menghubungkan Jawa Barat dengan kota-kota besar lainnya. Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan internasional, terutama untuk ibadah umrah dan haji. Peningkatan aktivitas ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian timur. Pemerintah dan pihak pengelola bandara terus berupaya mengembangkan fasilitas dan menambah jumlah rute cerita penerbangan untuk memperkuat posisi Bandara sebagai infrastruktur transportasi udara yang vital.
